Demam Ayat Ayat Cinta…


Awal Maret kemarin… rame-ramenya film Ayat Ayat Cinta (AAC) di bioskop kayaknya se Indonesia yah?… dan seperti biasa pada awalnya saya belum tertarik untuk nonton… sempat kepikir… paling kalo filmnya Indonesia gitu-gitu ajah… tanggung… atau malah seperti yang di sinetron di layar tipi… nyebelin…😦

suatu waktu tiba-tiba seorang rekan di kantor ngajak nonton AAC dalam format nobar = nonton bareng… bareng-bareng dengan rekan seruang kantor… seru juga kayaknya nih…

bagus bud filemnya…. nggak kayak film indonesia lainnya… benar-benar romantik artistik…” pamer kawan tersebut… kebetulan dia dah observasi… alias nonton duluan… “pesan-pesannya dalam… tapi ringan…” lanjutnya….

doh… kalo saja kawan gak promo kayak gini… belum tentu saya nonton… makasih ya…

Sesampai di bioskop… pemandangannya luar biasa… benar-benar Ayat Ayat Cinta membius banyak orang… tua dan muda… termasuk saya… cuma sayangnya saya ikutan terbius yang versi film… soalnya yang buku ndak sempat ikutan rame-ramenya disebelum yang versi film ini…

Denger denger yang versi buku juga mengalami keramaian yang luar biasa… dan justru itulah yang akhirnya saya harus memiliki bukunya…

Untuk yang belum tahu saja…. berikut synopsis film-nya

Ini adalah kisah cinta. Tapi bukan cuma sekedar kisah cinta yang biasa.

Ini tentang bagaimana menghadapi turun-naiknya persoalan hidup dengan cara Islam. Fahri bin Abdillah adalah pelajar Indonesia yang berusaha menggapai gelar masternya di Al Ahzar. Berjibaku dengan panas-debu Mesir. Berkutat dengan berbagai macam target dan kesederhanaan hidup. Bertahan dengan menjadi penerjemah buku-buku agama. Semua target dijalani Fahri dengan penuh antusiasme kecuali satu: menikah.

Kenapa? Karena Fahri adalah laki-laki taat yang begitu ‘lurus’. Dia tidak mengenal pacaran sebelum menikah. Dia kurang artikulatif saat berhadapan dengan mahluk bernama perempuan. Hanya ada sedikit perempuan yang dekat dengannya selama ini. Neneknya, Ibunya dan saudara perempuannya.

Betul begitu? Sepertinya pindah ke Mesir membuat hal itu berubah. Tersebutlah Maria Girgis. Tetangga satu flat yang beragama Kristen Koptik tapi mengagumi Al Quran. Dan menganggumi Fahri. Kekaguman yang berubah menjadi cinta. Sayang cinta Maria hanya tercurah dalam diary saja.

Lalu ada Nurul. Anak seorang kyai terkenal yang juga mengeruk ilmu di Al Azhar. Sebenarnya Fahri menaruh hati pada gadis manis ini. Sayang rasa mindernya yang hanya anak keturunan petani membuatnya tidak pernah menunjukkan rasa apa pun pada Nurul. Sementara Nurul pun menjadi ragu dan selalu menebak-nebak.

Setelah itu ada Noura. Juga tetangga yang selalu disika Ayahnya sendiri. Fahri berempati penuh dengan Noura dan ingin menolongnya. Sayang hanya empati saja. Tidak lebih. Namun Noura yang mengharap lebih. Dan nantinya ini menjadi masalah besar ketika Noura menuduh Fahri memperkosanya.

Terakhir muncullah Aisha. Si mata indah yang menyihir Fahri. Sejak sebuah kejadian di metro, saat Fahri membela Islam dari tuduhan kolot dan kaku, Aisha jatuh cinta pada Fahri. Dan Fahri juga tidak bisa membohongi hatinya.

Lalu bagaimana bocah desa nan lurus itu menghadapi ini semua? Siapa yang dipilihnya? Bisakah dia menjalani semua dalam jalur Islam yang sangat dia yakini?

Synopsis dikutip dari web ayat-ayat cinta the movie

Oh ya… untuk OST nya… lagu ini dibawakan oleh Rossa… ini teks lagunya :

Rossa – Ayat-Ayat Cinta

desir pasir di padang tandus
segersang pemikiran hati
terkisah ku di antara cinta yang rumit

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekadar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

reff:

maafkan bila ku tak sempurna
cinta ini tak mungkin ku cegah
ayat-ayat cinta bercerita
cintaku padamu
bila bahagia mulai menyentuh
seakan ku bisa hidup lebih lama
namun harus ku tinggalkan cinta
ketika ku bersujud

bila keyakinanku datang
kasih bukan sekedar cinta
pengorbanan cinta yang agung
ku pertaruhkan

repeat reff

ketika ku bersujud

Popularity: 89% [?]

Sumber: LirikLaguIndonesia.Net

Biar penasaran… yang belum nonton biar penasaran… yang udah nonton biar pengen nonton lagi…🙂
Nemu trailernya di youtube….


Karena nonton filemnya… makanya saya jadi kepingin untuk juga baca novelnya… rupanya walaupun sudah terbit lama sekali…. buku ini masih juga sulit nyarinya… tapi hari kemarin ini baru bisa dapat…

Belum baca semua sih… belum sempat…

Menurut saya… tanpa bermaksud berperan seperti para resensor lainnya… tidak lebih jago soalnya….🙂 … Tapi kayaknya memang tidak semua yang ada dibuku bisa ditranlasikan dalam gambar bergerak… ya wajar… karena kalau membaca buku… maka imajinasi buku adalah terserah pembaca… terserah mau dibayangkan seperti apa tokohnya…. lokasinya… scenenya… waktunya…

Kalau di film kerja sutradara beserta crew sangatlah sulit… karena ia harus berusaha membawa imajinasi para penontonnya dalam formatnya… dan tidaklah mudah untuk menyamakan presepsi imajinasi orang banyak… tidak itu saja si sutradara juga mengalami banyak kesulitan dalam proses pembuatan filem AAC ini… lihat saja langsung di blog nya… Behind The Scene AAC… blognya Hanung…

Dari hasil nonton… beberapa kesimpulan saya sendiri… kalau orang lain sih nggak tahu… terserah aja sih…. :D…

  1. Menurut saya… dramatisasi di film sudah sesuai untuk film… pasti beda donk dengan yang dibuku… tapi masih ada dramatisasinya yang agak sedikit nanggung… kurang dikit lagi… saya pasti ikutan tercekat haru… begitu mau haru… eh dah pindah scene… mungkin kurang panjang waktunya ya….😛
  2. Menurut saya… kalau waktu atau durasi filmnya diperpanjang kayaknya asik juga… jadi ceritanya lebih halus lagi alurnya…
  3. Menurut saya… ada beberapa cerita yang seharusnya saya akan terbawa emosinya dan terharu… tetapi tidak terjadi karena saya terpaksa berlogika atas beberapa adegan dan dialog di film tersebut… mengapa ini terjadi… dlsb…
  4. Menurut saya… casting pemeran sudah cukup bagus… dan cocok dengan perannya masing-masing…
  5. Menurut saya… lagu theme song nya, bercerita untuk yang siapa yak… kadang terdengar ceritanya untuk si Maria… kadang terdengar ceritanya untuk si Aisha… jika emang seperti itu… hebat… bagoosss….
  6. Menurut saya… seharusnya film ini juga menjadi cukup untuk mendapatkan pesan-pesannya… walaupun tidak selengkap di buku… seperti cerita saya diatas… pesannya dalam tapi ringan diawal penerimaan…
  7. Menurut saya… ada beberapa adegan yang sebenarnya kurang tepat… takutnya nantinya orang salah tangkap deh…
  8. Menurut saya… secara keseluruhan… bagoosssss….
  9. Menurut saya… kalau anda tidak nonton, maka rugi deh…

Oh ya… salah satu rekan… sejak nonton AAC mendapatkan inspirasinya sendiri… cek saja sendiri disini… ;)…

Gimana…. udah nonton ?… cepetan nonton ….

4 thoughts on “Demam Ayat Ayat Cinta…

  1. DEMAM AYAT AYAT CINTA..???

    demam kasep bener…,Film,Novel,Lagu2na mengharukan ,kita juga dituntun buat instropeksi dan menyadari kesalahan2 kita selama di hidup.Sukses Aac.^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s